Alhamdulillah, kemarin kami di pertemukan dengan jama'ah lain di daerah jakarta selatan. Sebuah jama'ah yang mempunyai banyak kesamaan dengan kami. Sama-sama mencari orang yang tunduk dan patuh dan ingin menegakkan syariat. Kesan yang di dapatkan sangat positif, semoga kami bisa bergabung bersama dan berjuang insyaAllah. Semalam kita membahas panjang tentang keinginan kita masing-masing, dan saling mengerti dan menerima.
Labels: jama'ah
Siang-siang gw bawa komputer dari kantor ke tomang, gile kena macet di sudirman dan tanah abang. Pegel pantatku, mana duduknya di ujung motor. Yang kena plastiknya.
Akhirnya nyampe tempat abg gw, abis tuh jalan beli lcd second di Harco mangga dua berdua aje. Dapet deh seharga 800ribu, lumayan murah dari pada yang laen sekitar 900ribu an.
Jalannye naek bajai sih ... ngobrol soal : bahasa arab yang terbagi tiga macam dan tentang hukuman bagi penzina
balik dari mangdu, ada bang maman dateng ame alfa. Mo ngedemo in vms dan fsm.
setengah sembilan malem gw pulang deh ke kantor lagi.
Labels: pengalaman
Dalam islam, berjama'ah itu adalah kebutuhan. Sehingga seiring dengan kebutuhan jama'ah itu pula, dibutuhkan pula seorang amir. Kadang setiap orang islam sekarang mengingingkan tegak nya kekhalifahan, tapi bagaimana mungkin ada kekhalifahan tanpa ada nya jama'ah. Dan jama'ah yang besar tidak terjadi begitu saja. Jama'ah besar tentu lah terbentuk dari gabungan jama'ah-jama'ah kecil.
Kini, saya sedang menggiatkan konsep jama'ah-jama'ah kecil tersebut untuk tujuan yang lebih besar. InsyaAllah kalau jama'ah tersebut bertemu akan saling bersatu atau pun yang benar akan mengalahkan yang salah.
Sabtu malam kemarin ketemu dengan salah satu pemerhati dakwah jama'ah juga bernama Ndaru. Alhamdulillah, kita punya banyak kesamaan ide dan pemahaman. Semoga bisa disatukan dalam satu jama'ah.
Pekan-pekan ini status dan catatan fb ku heboh heboh. Banyak komentar dan terjadi perdebatan-perdebatan sengit. Diantaranya adalah :
Hancurkan Tasawuf dan PKS ! (Oleh-oleh dari Email)
Rangkaian email diskusi dengan seseorang bermazhab salafiyyun
Selembar email kepada seseorang berfirqoh salafy yang bertanya padaku
Kekacauan Berpikir Salafy - Antara Sejarah Firqoh Salafy dan Sikap Mereka Kini
Status diskusi tentang Adam
Status diskusi tentang Adam2
Status Akhlak PKS rusak
Sebelum pulang abang gw nasehati gw soal cara berdakwah. Berdakwah memang ada metodenya, tergantung siapa yang mau di dakwahin.
Abang bilang untuk dakwah, baiknya dekatin dia dengan ngomongin topik yang bisa mendekatkan diri kita pada tujuan dakwah. Setelah mungkin selama sepekan kita sudah dekat, barulah kita ajak diskusi di majelis bersama. Di majelis, kita coba support dia jika ada kebenaran dalam dalil nya. Selanjutnya, kita membawa dia kepemahaman yang lebih mendalam. InsyaAllah.
Sabtu kemarin saya diajak abang saya nemani dia ke tempat acara perpisahan anaknya yang berlangsung di Cikreteg Bogor Adventure Valley (BAV). Naek mobil bareng maji dan rehan juga.
Malam itu ketemu dengan Pak Amin yang merupakan guru daripada amba dan ehan juga. Malam ini mulai berbincang-bincang soal harta yang halal. Tapi akhirnya tidak berlangsung panjang, karena terputus oleh salah satu jadwal acara disana.
Esok paginya baru lah kita bisa ngobrol lagi dengan Pak Amin.
Pak Amin punya keilmuan yang cukup bagus dan tingkat kepatuhan kepada dalil Kitabullah dan Hadits yang lumayan tinggi juga. Jadi Alhamdulillah, soal menyampaikan kebenaran kepada beliau yang belum beliau ketahui berlangsung mulus tidak terlalu banyak bantahan. Karena memang pada dasarnya dia juga mengerti akan hal tersebut.
Tentang tassawuf, tidak terlalu banyak bantahan. Soal bid'ah sepertinya dia sangat mengerti soal fiqih.
Oh iya malam nya tidur di mobil berempat. Lumayan melelahkan juga.
Labels: jama'ah, pengalaman
Beberapa hari ini aku sibuk meladeni diskusi yang masuk ke emailku. Awal mulanya di ajak oleh Pak Herry (acing) untuk ikut dimasukkan di dalam email grup yang membahas soal agama. Aku bilang oke saja. Ternyata setelah mendapatkan email, orang-orang yang kutemui adalah para syiah, liberalis, pks-er, pluralis. Waduh, kepalaku langsung jadi pusing. Antara kegelisahan mengerjakan tugas kerja dengan terburu-buru ingin membalas lemparan-lemparan kalimat mereka yang bikin hati ku geram.
Fiuh untunglah ada abang gw yang selalu mau ngebantu gw. Gw copas tulisan mereka, abang gw yang jawabin deh. Tapi nggak semua dijawab abang gw, ada juga langsung dijawaban dengan kalimat tulisan bikinan gw sendiri.
Kunci-kunci untuk menaklukan mereka adalah
1. syiah, tekankan bahwa mereka tidak punya Al Quran. Wong mereka tidak mengakui sama sekali Al Quran Mushaf Utsman r.a, gimana bisa mereka mengaku mempunyai dalil dan hujjah. Jadi dengan apapun mereka berdalil terbantahkan. Sejarah kek, hadits kek, terbantahkan dengan status tersebut.
2. Pluralis, Liberalis, Pks-er menyampaikan bentuk Islam sebagai addiin. Ini dasar pertama yang harus disampaikan.
3. Liberalis+Pluralis ; perkuat membalasi kalimat-kalimat dengan dalil. Jangan mengikuti permainan kata mereka. Kontrol mereka dengan dalil.
4. PKS-er : Perkuat soal sejarah
Begitu saja, nanti ada beberapa tambahan
Labels: dakwah, pengalaman